https://www.iheritage.id/img/Admin/news/20251231240.24.21.png
Menyusuri Jejak Onrust : Dari Pusat Galangan VOC Hingga Cagar Budaya Dunia

1 minggu yang lalu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat upaya pelestarian kawasan bersejarah di Kepulauan Seribu, terutama Pulau Onrust. Sebagai pulau yang pernah menjadi titik tersibuk dalam jalur perdagangan dunia pada abad ke-17, Onrust kini berdiri tegak sebagai saksi bisu kejayaan dan keruntuhan era kolonialisme di Nusantara.

Secara etimologi, nama Onrust diambi dari bahasa Belanda yang berarti "Tidak Pernah Beristirahat". Nama ini merujuk pada aktivitas non stop galangan kapal milik perusahaan dagang Hindia Belanda atau VOC yang beroperasi di sana ratusan tahun silam.

Arkeolog sekaligus pengelola kawasan Cagar Budaya Onrust menyatakan bahwa pada masa keemasannya pulau ini memiliki fasilitas perbaikan kapal tercanggih di Asia. Namun, rentetan peristiwa besar seperti serangan armada Inggris pada awal abad ke-19 dan letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883, sempat meratakan bangunan-bangunan megah di pulau tersebut.

Selain sebagai pusat industri maritim, sejarah mencatat Pulau Onrust memiliki fungsi yang berganti-ganti seiring perubahan zaman. Diantaranya :

Benteng Pertahanan : Melindungi Batavia dari serangan musuh dari arah laut.

Karantina Haji : Pada periode 1911-1933, pulau ini menjadi tempat karantina bagi jamaah haji yang baru pulang dari tanah suci guna mencegah penyebaran wabah penyakit.

Tahanan Politik : Pernah digunakan sebagai loasi penahanan pada masa pergolakan politik.

Saat ini, wisatawan yang berkunjung ke Onrust dapat melihat sisa-sisa fondasi bangunan, kincir angin kuno, serta pemakaman tua Belanda yang masih terawat. Pemerintah daerah berharap pengembangan narasi sejarah yang kuat dapat meningkatkan daya tarik wisata edukasi bagi generasi muda.

Meski sebagian besar bangunannya kini berupa reruntuhan, Pulau Onrust tetap menjadi fragmen penging dalam mosaik sejarah Jakarta. Upaya konservasi terus dilakukan agar jejak peradaban maritim di utara Jakarta ini tidak hilang ditelan abarasi dan waktu.

Jelajahi perjalanan secara Virtual dengan mengakses museumkebaharian.iheritage.id