Graha Literasi


Graha Literasi perpusatakaan Nasional dahulunya adalah sebuah bangunan cagar budaya (BCB) yang memiliki sejarah perkembangan perpustakaan. Gedung ini juga dipakai oleh perpustakaan sejarah dan Ilmu Politik, didirikan tahun 1952 atas bantuan Bung Hatta semasa menjawat Wakil Presiden. Gedung ini semula adalah bekas Gedung Perkumpulan Masyarakat untuk promosi perpustakaan di Hindia Belanda yang didirikan pada tanggal 19 Agustus 1916 oleh pemerintah Hindia Belanda pada masa Gubernur Jederal J.P. Graaf van Limbarg Strium, dengan ketuanya Abraham Zeelinga.Dalam Graha Literasi terdapat empat ruangan yang menceritakan perkembangan keaksaraan di Indonesia sejak awal sejarah. Ruangan pertama adalah ruang aksara, sebagai partikel terkecil dalam suatu Bahasa. Sebagai unsur gramatikal juga berarti "tidak dapat dibagi, tidak dapat hancul". Sifatnya kekal dan lekang oleh waktu pada aksara yang turut membentuk sejarah peradaban Indonesia. Ruangan ini dapat memperalajari tentang berbagai aksara yang pe

Graha Literasi perpusatakaan Nasional dahulunya adalah sebuah bangunan cagar budaya (BCB) yang memiliki sejarah perkembangan perpustakaan. Gedung ini juga dipakai oleh perpustakaan sejarah dan Ilmu Politik, didirikan tahun 1952 atas bantuan Bung Hatta semasa menjawat Wakil Presiden. Gedung ini semula adalah bekas Gedung Perkumpulan Masyarakat untuk promosi perpustakaan di Hindia Belanda yang didirikan pada tanggal 19 Agustus 1916 oleh pemerintah Hindia Belanda pada masa Gubernur Jederal J.P. Graaf van Limbarg Strium, dengan ketuanya Abraham Zeelinga.

Dalam Graha Literasi terdapat empat ruangan yang menceritakan perkembangan keaksaraan di Indonesia sejak awal sejarah. Ruangan pertama adalah ruang aksara, sebagai partikel terkecil dalam suatu Bahasa. Sebagai unsur gramatikal juga berarti "tidak dapat dibagi, tidak dapat hancul". Sifatnya kekal dan lekang oleh waktu pada aksara yang turut membentuk sejarah peradaban Indonesia. Ruangan ini dapat memperalajari tentang berbagai aksara yang pernah berkembang di Indonesia. Ruangan kedua adalah ruang media sebagai manifestasi visual ide manusia aksara membutuhkan media untuk menjadikannya 'bicara' yang tersedia di alam sekitar. Ruang Peristiwa Membaca adalah ruang ketiga yang digunakan untuk dibaca atau dibacakan depan khalayak, ditularkan dari individu ke individu, kelompok ke kelompok, generasi kegenerasi. Melihat keseluruhan perkembangan literasi ada disini. Ruang terakhir adalah ruang perpustakaan bergerak, ruang ini berisi tentang karya-karya yang tersimpan di sana.

Graha Literasi
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta 10110
D.K.I. Jakarta

Phone : 021 1500912

Email : info@perpusnas.go.id

Jam Buka
  • Senin - Minggu
    08.30 - 18.00
  • Hari Libur Nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Gratis
Pesan Kunjungan