Museum Asi Mbojo


Museum Asi Mbojo merupakan museum umum yang menempati bekas bangunan Istana Kesultanan Bima. Istana Bima Asi Mbojo mengalami beberapa kali perubahan fungsi. Istana ini sempat berfungsi sebagai Gedung Daerah, Asrama Kompi, Kampus Sunan Giri, dan lain-lain. Pada 10 Agustus 1989, Istana dialihfungsikan menjadi Museum Asi Mbojo yang diresmikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Warsito dan Bupati Bima H. Oemar Harun. Kemudian, pada 14 Januari 1997 diadakan renovasi dan penataan bendabenda pusaka peninggalan kerajaan. Pengelolaan museum saat ini dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima.Bangunan Istana Bima Asi Mbojo sendiri telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dengan nomor RNCB.20160804.02.001143. Istana Kesultanan Bima dibangun pada tahun 1927 – 1930 oleh arsitektur dari Ambon yang bernama Mr. Obzicter Rehatta dengan perpaduan konstruksi tradisional dan Eropa. Istana ini juga memiliki sebuah tiang bendera yang bermakna atau mon

Museum Asi Mbojo merupakan museum umum yang menempati bekas bangunan Istana Kesultanan Bima. Istana Bima Asi Mbojo mengalami beberapa kali perubahan fungsi. Istana ini sempat berfungsi sebagai Gedung Daerah, Asrama Kompi, Kampus Sunan Giri, dan lain-lain. Pada 10 Agustus 1989, Istana dialihfungsikan menjadi Museum Asi Mbojo yang diresmikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Warsito dan Bupati Bima H. Oemar Harun. Kemudian, pada 14 Januari 1997 diadakan renovasi dan penataan bendabenda pusaka peninggalan kerajaan. Pengelolaan museum saat ini dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima.

Bangunan Istana Bima Asi Mbojo sendiri telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dengan nomor RNCB.20160804.02.001143. Istana Kesultanan Bima dibangun pada tahun 1927 – 1930 oleh arsitektur dari Ambon yang bernama Mr. Obzicter Rehatta dengan perpaduan konstruksi tradisional dan Eropa. Istana ini juga memiliki sebuah tiang bendera yang bermakna atau monumental. Tiang bendera berbentuk tiang perahu dibuat untuk memperingati pembubaran Angkatan Laut dari Kerajaan Bima pada abad ke-18.

Bangunan asli Istana dibangun pada abad ke-19, namun pada awal abad ke-20 bangunan asli dibongkar karena sudah tidak layak digunakan, sehingga dibangun Istana yang lebih besar. Kesultanan Bima kemudian membangun Istana sementara yang terbuat dari kayu bernama Istana Asi Bou pada 1904. Sultan yang memerintah pada pembangunan Istana Asi Mbojo ini adalah Sultan Ibrahim (1881-1915) dan Sultan Muhammad Salahuddin (19151951). 

Museum Asi Mbojo
Jl. Sultan Ibrahim No.2 Kel. Paruga, Kec. Rasanae Barat, Kota Bima
Nusa Tenggara Barat

Website : -

Phone : 085205793331

Email : museumasimbojobimakab@gmail.com

Jam Buka
  • Senin-Jumat
    08.00-17.00
  • Sabtu, Minggu dan hari libur nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 2,000
Anak-anak : Rp. 1,000
Wisatawan Asing : Rp. 3,000
Pesan Kunjungan