Museum Bali


Museum Bali merupakan museum umum yang pada awalnya merupakan museum etnografi yang didirikan oleh W.F.J. Kroon, asisten residen untuk Bali Selatan untuk melindungi dan melestarikan benda-benda budaya pada tahun 1910. Pemikiran ini atas dasar usulan dari Th.A. Resink dan mendapat sambutan yang baik dari kalangan ilmuwan, seniman, budayawan, dan seluruh raja-raja di Bali. Kroon kemudian memerintahkan Kurt Gundler, arsitek berkebangsaan Jerman yang sedang berada di Bali untuk meneliti agar membuat perencanaan bersama dengan para ahli bangunan tradisional Bali atau disebut undagi antara lain I Gusti Ketut Rai dan I Gusti Ketut Gede Kandel. Pembuatan bangunan tradisional juga menggunakan lontar asta kosala-kosali dan aspek keagamaan lainnya yang dijadikan sebagai pegangan utama oleh para undagi. Lain hal dengan Kurt Grundler selaku perencana bangunan modern mungkin lebih menekankan kepada kekuatan dan fungsi sebagai museum.Setelah pembangunan museum selesai, museum diresmikan pada 8 Desemb

Museum Bali merupakan museum umum yang pada awalnya merupakan museum etnografi yang didirikan oleh W.F.J. Kroon, asisten residen untuk Bali Selatan untuk melindungi dan melestarikan benda-benda budaya pada tahun 1910. Pemikiran ini atas dasar usulan dari Th.A. Resink dan mendapat sambutan yang baik dari kalangan ilmuwan, seniman, budayawan, dan seluruh raja-raja di Bali. Kroon kemudian memerintahkan Kurt Gundler, arsitek berkebangsaan Jerman yang sedang berada di Bali untuk meneliti agar membuat perencanaan bersama dengan para ahli bangunan tradisional Bali atau disebut undagi antara lain I Gusti Ketut Rai dan I Gusti Ketut Gede Kandel. Pembuatan bangunan tradisional juga menggunakan lontar asta kosala-kosali dan aspek keagamaan lainnya yang dijadikan sebagai pegangan utama oleh para undagi. Lain hal dengan Kurt Grundler selaku perencana bangunan modern mungkin lebih menekankan kepada kekuatan dan fungsi sebagai museum.

Setelah pembangunan museum selesai, museum diresmikan pada 8 Desember 1932 dengan nama Bali Museum yang dikelola Yayasan Bali Museum. Bali Museum kemudian diambil alih oleh Pemerintah Daerah Provinsi Bali setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Situasi yang masih menghadapi perang dengan Netherlands-Indies Civil Administration (NICA) dan Jepang sehingga tanggal 5 Januari 1965 diserahkan kepada Pemerintah Pusat dibawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan selanjutnya berubah nama menjadi Museum Negeri Provinsi Bali.

Museum Bali
Jl. Mayor Wisnu No. 1, Dangin Puri, Denpasar, Bali
Bali

Website : -

Phone : (0361) 222680

Email : upt.museumbali@yahoo.co.id

Jam Buka
  • Setiap Hari
    07.30-15.30
  • Hari libur nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 25,000
Anak-anak : Rp. 25,000
Wisatawan Asing : Rp. 50,000
Pesan Kunjungan