Museum Basoeki Abdullah


Setelah kematian pelukis Basoeki Abdullah pada tahun 1993, rumah priadi Basoeki Abdullah yang terletak di jalan Keuangan Raya No. 19 Cilandak Barat, Jakarta Selatan seluas +- 600 m2 dan luas tanah +-450 m2 diserahkan pihak keluarga yakni Saraswati Kowenhouven, Cicilia Sidhawati, dan Natya Narerat Kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan cq. Direktorat Permuseuman, untuk dijadikan museum. Rumah tersebut kemudian direnovasi agar dapat difungsikan sebagai museum, dan pada tanggal 25 September 2001 resmi beralih fungsi menjadi Museum Basoeki Abdullah, yang diresmikah oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu, Drs. I Gede Ardika.Tahun 2016, museum ini memiliki dua bangunan. Bangunan Pertama disebut Gedung I, yang merupakan rumah tinggal Basoeki Abdullah dan bangunan kedua disebut Gedung II yang merupakan gedung baru yang dibangun sebagai pengembangan area museum. Di bagian dalam, kedua bangunan ini dihubungan oleh sebuah lorong yang tembus ke masing
Setelah kematian pelukis Basoeki Abdullah pada tahun 1993, rumah priadi Basoeki Abdullah yang terletak di jalan Keuangan Raya No. 19 Cilandak Barat, Jakarta Selatan seluas +- 600 m2 dan luas tanah +-450 m2 diserahkan pihak keluarga yakni Saraswati Kowenhouven, Cicilia Sidhawati, dan Natya Narerat Kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan cq. Direktorat Permuseuman, untuk dijadikan museum. Rumah tersebut kemudian direnovasi agar dapat difungsikan sebagai museum, dan pada tanggal 25 September 2001 resmi beralih fungsi menjadi Museum Basoeki Abdullah, yang diresmikah oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu, Drs. I Gede Ardika.

Tahun 2016, museum ini memiliki dua bangunan. Bangunan Pertama disebut Gedung I, yang merupakan rumah tinggal Basoeki Abdullah dan bangunan kedua disebut Gedung II yang merupakan gedung baru yang dibangun sebagai pengembangan area museum. Di bagian dalam, kedua bangunan ini dihubungan oleh sebuah lorong yang tembus ke masing – masing bangunan, sehingga pengunjung tidak perlu keluar untuk memasuki gedung lainnya.

Ruang pameran Museum Basoeki Abdullah terbagi menjadi Raung Tamu, Ruang Koleksi Benda Pribadi, Ruang Memorial, Ruang Koleksi Wayang, Selasar Topeng dan Mural, Ruang Pameran Lukisan: Abstrak dan Ekspresionis dan Ruang Pamer Temporer yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk menggelar Pameran  dan aktivitas Seni lainnya terutama seni lukis.

Koleksi Museum Basoeki Abdullah terdiri dari koleksi lukisan dan koleksi pribadi pelukis Basoeki Abdullah yang berupa patung topeng, wayang senjata dan sebagainya. Jumlah koleksi lukisan museum yang dihibahkan sebanyak 123 buah, sedangkan koleksi pribadi (barang dan benda seni) milik Basoeki Abdullah sebanyak 720 buah, buku-buku atau majalah +-3000 buah.

Selain memamerkan koleksi Museum, Museum Basoeki Abdullah menggelar pameran, seminar, kajian, lomba, dan workshop serta menerbitkan bermacem bentuk publikasi berupa katalog, biografi, kumpulan artikel dan hasil kajian. Museum Basoeki Abdullah senantiasa berupaya dan berinovasi agar dapat menjadi bagian dari pusat kegiatan seni dan budaya bagi masyarakat.

Museum Basoeki Abdullah
Jl. Keuangan Raya No. 19 Cilandak Barat, Jakarta Selatan
D.K.I. Jakarta

Phone : 021 7698926

Email : basoeki.abbdullah@gmail.com

Jam Buka
  • Selasa-Minggu
    08.00 - 16.00
  • Senin dan hari besar nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 10,000
Anak-anak : Rp. 10,000
Wisatawan Asing : Rp. 10,000
Pesan Kunjungan