Museum Graha Widya Patra (Minyak dan Gas Bumi)


Museum Graha Widya Patra (Minyak dan Gas Bumi) merupakan museum khusus berada di bawah kepemilikan dan pengelolaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM). Minyak dan gas (migas) merupakan hal yang penting dalam perkembangan bangsa Indonesia. Migas merupakan alasan bangsa lain datang ke Indonesia selain mencari rempah. Di seminar dalam rangka memperingati 100 tahun pengusahaan migas di Indonesia, muncul gagasan mendirikan sebuah museum dan pusat ilmiah migas yang diberi nama Graha Widya Patra sebagai media publikasi mengenai ilmu pengetahuan dan segala aspeknya tentang migas. Pada tahun 1987 dibangunlah museum tersebut di TMII. Dalam perjalanan pembangunan museum muncul perubahan nama museum menjadi Museum Minyak dan Gas Bumi “Graha Widya Patra”. Pada tahun 1989, museum diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Ke-2, Soeharto. Pada tahun 1993, museum menambah Anjung Proses, Aplikasi dan Dampak sebagai tempat informasi proses, aplikasi, dan

Museum Graha Widya Patra (Minyak dan Gas Bumi) merupakan museum khusus berada di bawah kepemilikan dan pengelolaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM). Minyak dan gas (migas) merupakan hal yang penting dalam perkembangan bangsa Indonesia. Migas merupakan alasan bangsa lain datang ke Indonesia selain mencari rempah. Di seminar dalam rangka memperingati 100 tahun pengusahaan migas di Indonesia, muncul gagasan mendirikan sebuah museum dan pusat ilmiah migas yang diberi nama Graha Widya Patra sebagai media publikasi mengenai ilmu pengetahuan dan segala aspeknya tentang migas. Pada tahun 1987 dibangunlah museum tersebut di TMII. Dalam perjalanan pembangunan museum muncul perubahan nama museum menjadi Museum Minyak dan Gas Bumi “Graha Widya Patra”. Pada tahun 1989, museum diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Ke-2, Soeharto. Pada tahun 1993, museum menambah Anjung Proses, Aplikasi dan Dampak sebagai tempat informasi proses, aplikasi, dan dampak migas.

Museum Graha Widya Patra (Minyak dan Gas Bumi) memiliki slogan “Belajar Sambil Berwisata” slogan ini yang menjadi acuan bagi pengelola museum dalam membuat program museum yang menarik bagi pengunjung seperti membuat pameran temporer, pameran keliling, buku, film, dan membentuk komunitas Remaja Sahabat Gawitra. Bangunan museum merupakan representasi dari proses pengolahan migas. Gedung utama merupakan Anjungan Lepas Pantai, Gedung Hulu merupakan gambaran bentuk tanki timbun sebagai tempat eksplorasi, eksploitasi, dan Produksi, dan Gedung Hilir merupakan gambaran kegiatan proses, aplikasi, dan dampak lingkungan.

Museum Graha Widya Patra (Minyak dan Gas Bumi)
Taman Mini Indonesia Indah, Jl. Raya Taman Mini, Jakarta Timur
D.K.I. Jakarta

Website : -

Phone : (021) 8401686

Email : museummigas.tmii@gmail.com

Jam Buka
  • Setiap Hari
    08.00-16.00
  • (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 15,000
Anak-anak : Rp. 15,000
Wisatawan Asing : Rp. 15,000
Pesan Kunjungan