Museum H. Widayat


Museum H. Widayat merupakan museum khusus yang didirikan sebagai museum pribadi yang mengabadikan karya-karya H. Widayat di atas tanah seluas 7.000 m2. Karya yang dipajang merupakan karya pilihan H. Widayat sendiri yang dimaksudkan untuk media belajar seniman-seniman generasi setelah H. Widayat. Keinginan mendirikan museum juga didorong motivasi untuk menjadikan museum tidak hanya sebagai media belajar tetapi juga sebagai sarana mengapresiasi karya seni. Selain museum, di kompleks tersebut terdapat galeri, artshop, serta guest house. Pada tahun 1962, tepatnya setelah H. Widayat belajar di Jepang, muncul dorongan untuk membangun museum oleh rekannya, Fadjar Sidik. Usulan pendirian museum ini muncul karena H. Widayat, yang telah pensiun dari staf pengajar di Fakultas Seni Rupa (FSR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, melihat kondisi karya-karya mahasiswa yang menumpuk di gudang dan bahkan ada yang hilang diambil orang.Museum H. Widayat dibangun tahun 1991 dan diresmikan pada tangg

Museum H. Widayat merupakan museum khusus yang didirikan sebagai museum pribadi yang mengabadikan karya-karya H. Widayat di atas tanah seluas 7.000 m2. Karya yang dipajang merupakan karya pilihan H. Widayat sendiri yang dimaksudkan untuk media belajar seniman-seniman generasi setelah H. Widayat. Keinginan mendirikan museum juga didorong motivasi untuk menjadikan museum tidak hanya sebagai media belajar tetapi juga sebagai sarana mengapresiasi karya seni. Selain museum, di kompleks tersebut terdapat galeri, artshop, serta guest house. Pada tahun 1962, tepatnya setelah H. Widayat belajar di Jepang, muncul dorongan untuk membangun museum oleh rekannya, Fadjar Sidik. Usulan pendirian museum ini muncul karena H. Widayat, yang telah pensiun dari staf pengajar di Fakultas Seni Rupa (FSR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, melihat kondisi karya-karya mahasiswa yang menumpuk di gudang dan bahkan ada yang hilang diambil orang.

Museum H. Widayat dibangun tahun 1991 dan diresmikan pada tanggal 30 April 1994 oleh Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pada tahun 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman melakukan revitalisasi museum meliputi perencanaan, pelaksanaan, perbaikan sarana dan prasarana, perbaikan pigura berbagai lukisan yang menjadi koleksi museum, dan pengawasan. Dengan kegiatan revitalisasi ini diharapkan meningkatkan jumlah pengunjung museum sehingga semakin banyak yang mengenal dan mengapresiasi karya-karya H. Widayat. Selain itu, kehadiran museum diharapkan memicu perkembangan seni secara khusus seni lukis.Koleksi yang dipamerkan di museum ini terdiri dari lukisan, patung, dan keramik. Terdapat beberapa koleksi unggulan museum seperti Raja Sulaeman dan Binatang-binatang, Kapal Nabi Nuh Mendarat, Ratu Rimba, dan Tawaf di Masjidil Haram.

Museum H. Widayat
Jl. Soekarno Hatta No. 32, Sawitan, Mungkid Magelang, Jawa Tengah
Jawa Tengah

Website : -

Phone : (0293) 788251

Email : museumhajiwidayat@gmail.com

Jam Buka
  • Selasa-Minggu
    09.00 – 16.00
  • (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 20,000
Anak-anak : Rp. 20,000
Wisatawan Asing : Rp. 50,000
Pesan Kunjungan