Museum Joang 45


Pada tahun 1938, seorang pengusaha Belanda bernama LC Schomper mendirikan sebuah hotel yang bernama Schomper 1 di daerah Menteng Raya. Hotel ini dibangun khusus bagi pejabat tinggi Belanda, pengusaha asing dan pejabat pribumi.Kemudian saat pendudukan Jepang, hotel ini berubah menjadi kantor yang dikelola oleh Ganseikanbu Sendenbu, Pada masa-masa awal kemerdekaan RI, Gedung ini digunakan sebagai tempat diklat, asrama, dan ruang diskusi sejumlah pemuda seperti Sukarni, Caherul Saleh, Wikana, Achmad Soebardjo, B. M. Diah, Adam Malik, Sayuti Melik, Soerastri Karma Trimurti, Latif Hendraningrat, S. Suhud dan Trimurti. Dari Gedung ini tersebut lahir gagasan membawa Bung Karno dan Hatta ke Rengasdengklok yang kini dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok.Para pemuda pun berjuang mendesak Bung Karno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa tersebut menjadi adegan dalam diorama – diorama yang ditampilkan dalam museum ini. Seiring perkembangan waktu pada tanggal 19 Agustus

Pada tahun 1938, seorang pengusaha Belanda bernama LC Schomper mendirikan sebuah hotel yang bernama Schomper 1 di daerah Menteng Raya. Hotel ini dibangun khusus bagi pejabat tinggi Belanda, pengusaha asing dan pejabat pribumi.
Kemudian saat pendudukan Jepang, hotel ini berubah menjadi kantor yang dikelola oleh Ganseikanbu Sendenbu, Pada masa-masa awal kemerdekaan RI, Gedung ini digunakan sebagai tempat diklat, asrama, dan ruang diskusi sejumlah pemuda seperti Sukarni, Caherul Saleh, Wikana, Achmad Soebardjo, B. M. Diah, Adam Malik, Sayuti Melik, Soerastri Karma Trimurti, Latif Hendraningrat, S. Suhud dan Trimurti. Dari Gedung ini tersebut lahir gagasan membawa Bung Karno dan Hatta ke Rengasdengklok yang kini dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok.

Para pemuda pun berjuang mendesak Bung Karno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa tersebut menjadi adegan dalam diorama – diorama yang ditampilkan dalam museum ini. Seiring perkembangan waktu pada tanggal 19 Agustus1974, setelah melalui serangkaian perbaikan dan renovasi, Gedung Menteng 31 diresmikan sebagai Museum Joang 45 oleh Presiden Soeharto dan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.

Koleksi yang tersedia dalam museum banyak berkaitan dengan seputar detik - detik kemerdekaan RI. Total ada + 1467 koleksi yang terdiri dari lukisan, dokumen, dan patung. Salah satu diorama yang menarik pada museum ini adalah diorama yang menggambarkan suasana Gedung Menteng 31 pada masa kemerdekaan dan orasi Soekarno dalam Rapat Besar di Lapangan IKADA pada 19 September 1945. Selain diorama,terdapat juga koleksi dokumentasi berupa foto-foto dan patung dada dari para tokoh pergerakan kemerdekaan.

Koleksi lainnya yang terdapat di museum ini adalah tiga kendaraan kepresidenan yang digunakan Presiden dan Wakil Presiden pertama RI. Museum Joang 45 dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain ruang pameran tetap, ruang perpustakaan, ruang pemutaran film masjid dan parkir.

Museum Joang 45
Jl. Menteng Raya No.31, RT.1/RW.10, Kb. Sirih Mentang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
D.K.I. Jakarta

Phone : 021 3909148

Email : museumjoangjakarta@yahoo.co.id

Jam Buka
  • Selasa-Minggu
    08.00 - 16.00
  • Senin dan hari besar nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 5,000
Anak-anak : Rp. 2,000
Wisatawan Asing : Rp. 5,000
Pesan Kunjungan