Museum Kebangkitan Nasional


Bangunan Museum Kebangkitan Nasional awalnya diperuntukkan sebagai gedung sekolah dan asrama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) atau Sekolah Dokter Bumiputra. STOVIA merupakan kelanjutan dari Sekolah Kedokteran Jawa yang berdiri pada tahun 1851 di Rumah Sakit Militer Weltevreeden. Rumah sakit tersebut kini menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Sekolah Dokter Jawa awalnya bertempat di salah satu bangunan yang ada dalam rumah sakit militer. Hal ini karena pengajarnya merangkap sebagai dokter di rumah sakit tersebut. Pada tanggal 1 Maret 1902 gedung tersebut digunakan untuk pendidikan kedokteran dan asrama yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas. STOVIA sendiri menjadi sekolah dengan kualitas dan standar yang tinggi karena proses penerimaan siswa yang sangat ketat. Proses pemugaran Museum Kebangkitan Nasional gencar dilakukan pada masa Presiden Soeharto dimana nama STOVIA diganti menjadi Gedung Kebangkitan Nasional. Pada gedung Kebangkitan Nasio
Bangunan Museum Kebangkitan Nasional awalnya diperuntukkan sebagai gedung sekolah dan asrama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) atau Sekolah Dokter Bumiputra. STOVIA merupakan kelanjutan dari Sekolah Kedokteran Jawa yang berdiri pada tahun 1851 di Rumah Sakit Militer Weltevreeden. Rumah sakit tersebut kini menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Sekolah Dokter Jawa awalnya bertempat di salah satu bangunan yang ada dalam rumah sakit militer. Hal ini karena pengajarnya merangkap sebagai dokter di rumah sakit tersebut. Pada tanggal 1 Maret 1902 gedung tersebut digunakan untuk pendidikan kedokteran dan asrama yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas. STOVIA sendiri menjadi sekolah dengan kualitas dan standar yang tinggi karena proses penerimaan siswa yang sangat ketat.

Proses pemugaran Museum Kebangkitan Nasional gencar dilakukan pada masa Presiden Soeharto dimana nama STOVIA diganti menjadi Gedung Kebangkitan Nasional. Pada gedung Kebangkitan Nasional tersebut telah ada beberapa museum di dalamnya mulai dari Museum Kesehatan, mUseum Pers, Museum Boedi Oetomo. Di dalam gedung Kebangkitan Nasional di Dalamnya juga terdapat beberapa yayasan mulai dari Yayasan Pembela Tanah Air, Yayasan Perintis Kemerdekaan dan Lembaga Perpustakaan Dokumentasi Indonesia, dan Yayasan Idayu. Oleh karena itu, agar lebih efektif seluruh ruangan tersebut disatukan dan diberi nama Museum Kebangkitan Nasional.

Museum Kebangkitan Nasional memiliki tujuh ruangan yaitu Ruang Pengenalan, Ruang Awal Pergerakan Nasional, Ruang Kesadaran Nasional, Ruang Pergerakan Nasional, Ruang Propoganda Studi fonds, ruang Memorial Budi Utomo, dan ruang Pers.

Ruang pengenalan menggambarkan mengenai proses masuknya penjajah ke Indonesia dan perlawanan yang muncul dari berbagai daerah. Ruang Awal Pergerakan Nasional menyajikan gambaran mengenai awal bangkitnya pergerakan nasional. Awal pergerakan ini juga dimulai dari munculnya STOVIA sebagai lembaga pendidikan yang mencerdaskan anak bangsa. Oleh karena itu, dihadirkan pula koleksi berupa gambaran kelas STOVIA, peralatan kedokteran, sampai meja dan kursi makan pelajar. Ruang Propoganda Studie Fonds memperlihatkan suasana pelajar STOVIA  yang melakukan pertemuan dengan Wahidin hingga terjadinya pembentukan Studie Fonds.

Sementara di Ruangan Memorial Budi Utomo pengunjung dapat melihat berbagai koleksi menarik seperti lukisan Wahidin Sudirohusodo, kursi Kuliah STOVIA, kerangka manusia sebagai peraga oleh pelajar STOVIA, foto kegiatan pelajar STOVIA, hingga patung dada pendiri Budi utomo. Ruangan terakhir yaitu ruangan pers yang memberi gambaran mengenai perjalanan pers Indonesia. Di dalam Ruangan Pers pengunjung dapat melihat berbagai benda peninggalan yang berkaitan dengan pers seperti tustel, foto, mesin tik, hingga berbagai macam alat cetak dan berbagai foto tokoh pers saat itu.

Museum Kebangkitan Nasional
Jl. Abdul Rachman Saleh No.26 RT4/RW5, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410
D.K.I. Jakarta

Phone : 021 3847965

Email : kebudayaan@kemdikbud.go.id

Jam Buka
  • Selasa-Minggu
    08.00 - 16.00
  • Hari Libur Nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 2,000
Anak-anak : Rp. 1,000
Wisatawan Asing : Rp. 10,000
Pesan Kunjungan