Museum MH. Thamrin


Museum MH. Thamrin merupakan museum khusus yang berada di bawah kepemilikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dikelola oleh Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta. Pada tahun 1994, Ny. Dee Zubaida Dimmyati Thamrin menyerahkan tanah dan bangunan gedung MH. Thamrin kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dirawat, dikelola, dan dilestarikan sebagai museum perjuangan dengan nama Gedung Mohammad Husni Thamrin dengan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1438 Tahun 1994. Museum ini menceritakan perjuangan Mohammad Husni Thamrin pada masa penjajahan Belanda dan sejarah hidup Mohammad Husni Thamrin (MH. Thamrin). Museum MH. Thamrin diresmikan pada 11 Januari 1986. Gedung ini dibangun awal abad ke-20, semula dibangun untuk rumah pemotongan hewan lalu sebagai tempat menimbun buah-buahan dari Australia. Setelah dibeli oleh Mohammad Husni Thamrin dari Maneer Has dihibahkan untuk kaum pergerakan kebangsaan Indonesia yang tergabung dalam Organisasi Permufakatan Perhimpunan Politik Keb

Museum MH. Thamrin merupakan museum khusus yang berada di bawah kepemilikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dikelola oleh Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta. Pada tahun 1994, Ny. Dee Zubaida Dimmyati Thamrin menyerahkan tanah dan bangunan gedung MH. Thamrin kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dirawat, dikelola, dan dilestarikan sebagai museum perjuangan dengan nama Gedung Mohammad Husni Thamrin dengan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1438 Tahun 1994. Museum ini menceritakan perjuangan Mohammad Husni Thamrin pada masa penjajahan Belanda dan sejarah hidup Mohammad Husni Thamrin (MH. Thamrin). Museum MH. Thamrin diresmikan pada 11 Januari 1986.

Gedung ini dibangun awal abad ke-20, semula dibangun untuk rumah pemotongan hewan lalu sebagai tempat menimbun buah-buahan dari Australia. Setelah dibeli oleh Mohammad Husni Thamrin dari Maneer Has dihibahkan untuk kaum pergerakan kebangsaan Indonesia yang tergabung dalam Organisasi Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) pada tahun 1928. Gedung ini menjadi saksi para tokoh pergerakan kebangsaan Indonesia mengadakan rapat permufakatan dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sehingga dikenal oleh masyarakat dengan nama Gedung Permufakatan. Tahun 1972 ditetapkan sebagai bangunan bersejarah yang dilindungi Undang-undang Monumen (Monumen Ordonantie) STBL. 1931 Nomor 238 dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor CB II/I.12.720 Tanggal 11 Januari 1986 diresmikan sebagai Gedung Mohammad Husni Thamrin.

Museum MH. Thamrin
Jl. Kenari 2 No.15, RW.4, Kenari, Senen, Jakarta Pusat
D.K.I. Jakarta

Website : -

Phone : (021) 3903387

Email : Museumthamrin1@gmail.com

Jam Buka
  • Selasa-Minggu
    09.00-15.00
  • senin dan hari libur nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 5,000
Anak-anak : Rp. 2,000
Wisatawan Asing : Rp. 0
Pesan Kunjungan