Museum Multatuli


Museum Multatuli merupakan museum umum yang pembangunannya telah direncanakan sejak 2015. Pada 2016, pembangunan museum mulai dilakukan dan menempati bangunan bekas Wedana Rangkasbitung yang dibangun pada 1923. Museum ini berada di bawah kepemilikan Pemerintah Kabupaten Lebak dan dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak. Museum terdiri dari tujuh ruangan menampilkan empat tema besar yaitu Antikolonialisme, Multatuli dan karyanya, sejarah Lebak dan Banten, serta Rangkasbitung masa kini.Multatuli alias Eduard Douwes Dekker pertama kali tiba di Rangkasbitung pada 21 Januari 1856 dan bertugas sebagai Asisten Residen Lebak. Ia bekerja tidak kurang dari 84 hari, lalu mengundurkan diri setelah berselisih paham dengan atasannya. Multatuli kemudian pergi menuju Belgia dan menuliskan kegelisahannya dalam bentuk roman berjudul Max Havelaar.Pada tahun 2016 delegasi pejabat dan guru dari Pemerintah Kabupaten Lebak berkunjung ke Belanda untuk mengunjungi Arsip Nasional Belanda,

Museum Multatuli merupakan museum umum yang pembangunannya telah direncanakan sejak 2015. Pada 2016, pembangunan museum mulai dilakukan dan menempati bangunan bekas Wedana Rangkasbitung yang dibangun pada 1923. Museum ini berada di bawah kepemilikan Pemerintah Kabupaten Lebak dan dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak. Museum terdiri dari tujuh ruangan menampilkan empat tema besar yaitu Antikolonialisme, Multatuli dan karyanya, sejarah Lebak dan Banten, serta Rangkasbitung masa kini.

Multatuli alias Eduard Douwes Dekker pertama kali tiba di Rangkasbitung pada 21 Januari 1856 dan bertugas sebagai Asisten Residen Lebak. Ia bekerja tidak kurang dari 84 hari, lalu mengundurkan diri setelah berselisih paham dengan atasannya. Multatuli kemudian pergi menuju Belgia dan menuliskan kegelisahannya dalam bentuk roman berjudul Max Havelaar.

Pada tahun 2016 delegasi pejabat dan guru dari Pemerintah Kabupaten Lebak berkunjung ke Belanda untuk mengunjungi Arsip Nasional Belanda, dan Museum Multatuli di Amsterdam. Kunjungan dilakukan untuk membangun komunikasi dan persahabatan di antara lembaga-lembaga tersebut guna keberlangsungan Museum Multatuli yang sedang dirintis. Pada 11 Februari 2018 Museum Multatuli secara resmi dibuka untuk masyarakat. Peresmian Museum dilakukan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid dan Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya.

(Sumber : Katalog Museum Indonesia - Dit. PCBM)
Museum Multatuli
Jl. Alun-Alun Timur No. 8, Rangkasbitung Barat, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak
Banten

Website : museummultatuli.id

Phone : 082244547542

Email : museummultatulilebak@gmail.com

Jam Buka
  • Selasa - Minggu
    08.00 - 16.00
  • Senin dan Hari Besar Nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Gratis
Pesan Kunjungan