Museum Perjuangan Kodam IV/Diponegoro “Mandala Bhakti”


Pendirian museum berawal dari keberadaan Surat Telegram (ST) Panglima Kodam (Pangdam) VII/Diponegoro Nomor: ST/79/I/1985 tanggal 23 Januari 1985 tentang penunjukan tempat Museum Kodam VII/Diponegoro di bekas bangunan induk Markas Komando Daerah Militer (Makodam) VII/Diponegoro lantai I dan II. Selain itu, dikarenakan bertepatan dengan hari ulang tahun Kodam VII/Diponegoro maka pada 1 Maret 1985, penggunaan museum diresmikan oleh Pangdam VII/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Soegiarto. Museum ini berada di bawah kepemilikan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dan dikelola oleh Pembinaan Mental Kodam (Bintaldam) IV/ Diponegoro, Semarang.Museum Perjuangan Mandala Bhakti Kodam IV/Diponegoro menempati gedung yang dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1906, dan digunakan sebagai Kantor Pengadilan Tinggi Hindia Belanda (Raad Van Justitie). Tepat pada tanggal 1 Maret 1985, bangunan bersejarah ini dialihfungsikan dan diresmikan dengan nama Museum Perjuangan Mandala Bhakti Kodam IV/Dipon

Pendirian museum berawal dari keberadaan Surat Telegram (ST) Panglima Kodam (Pangdam) VII/Diponegoro Nomor: ST/79/I/1985 tanggal 23 Januari 1985 tentang penunjukan tempat Museum Kodam VII/Diponegoro di bekas bangunan induk Markas Komando Daerah Militer (Makodam) VII/Diponegoro lantai I dan II. Selain itu, dikarenakan bertepatan dengan hari ulang tahun Kodam VII/Diponegoro maka pada 1 Maret 1985, penggunaan museum diresmikan oleh Pangdam VII/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Soegiarto. Museum ini berada di bawah kepemilikan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dan dikelola oleh Pembinaan Mental Kodam (Bintaldam) IV/ Diponegoro, Semarang.

Museum Perjuangan Mandala Bhakti Kodam IV/Diponegoro menempati gedung yang dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1906, dan digunakan sebagai Kantor Pengadilan Tinggi Hindia Belanda (Raad Van Justitie). Tepat pada tanggal 1 Maret 1985, bangunan bersejarah ini dialihfungsikan dan diresmikan dengan nama Museum Perjuangan Mandala Bhakti Kodam IV/Diponegoro.

Museum Mandala Bhakti berfungsi sebagai tempat mengumpulkan data dan menyimpan koleksi berupa benda-benda yang pernah digunakan para prajurit TNI Angkatan Darat (AD) bersama rakyat. Koleksi tersebut digunakan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia secara khusus di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum ini terbuka untuk umum, tidak hanya untuk kepentingan TNI AD saja tetapi untuk seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Koleksi museum terdiri dari golongan senjata, kendaraan tempur, golongan perlengkapan perorangan lapangan, alat perhubungan, alat kesehatan, arsip literatur dan audio visual, heraldika, dan inventaris. Koleksi unggulan dari museum ini adalah pakaian goni yang digunakan pada masa penjajahan Jepang, pakaian seragam tentara PETA, senapan Lantak buatan dalam negeri, Senapan Mesin Ringan Water Mantel V 8353 yang digunakan dalam pertempuran 5 hari di Semarang; dan kunci montir dan batu yang digunakan untuk menyiksa dan membunuh Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Sugiyono dalam peristiwa G 30 S/PKI di Yogyakarta.

Museum Perjuangan Kodam IV/Diponegoro “Mandala Bhakti”
Jl. Mgr Sugiyo Pranoto No. 2, Kel. Barusari, Kec. Semarang Barat, Jawa Tengah
Jawa Tengah

Website : -

Phone : (024) 3518016

Email : bintaldam4@gmail.com

Jam Buka
  • Senin-Jumat
    08.00-14.00
  • (TUTUP)
Tiket Masuk
Gratis
Pesan Kunjungan