Museum Pos Indonesia


Museum Pos Indonesia merupakan museum khusus yang dibangun pada masa HindiaBelanda pada 27 Juli 1920 dengan nama Museum Pos, Telegraph, dan Telepon (PTT), dibuka tahun 1931. Bangunan museum didesain oleh arsitek bernama Ir. J. Berger dan Leutdsgebouwdienst dengan mengambil corak renaisans. Pada 19 Juni 1995 museum berganti nama menjadi Museum Pos dan Giro disesuaikan dengan perusahaan yang menanganinya. Pada waktu perusahaan berganti nama menjadi PT. Pos Indonesia maka terjadi pula perubahan nama museum ini menjadi Museum Pos Indonesia. Pada masa revolusi dan perang kemerdekaan, keberadaan museum ini tidak mendapat perhatian sebagaimana mestinya, bahkan nyaris terlupakan. Kemudian baru pada 18 Desember 1980, Direksi Perum Pos dan Giro membentuk Panitia Persiapan Pendirian Museum Pos dan Giro untuk menghidupkan kembali museum. Tugas utama panitia tersebut adalah melakukan inventarisasi dan pengumpulan benda-benda bersejarah yang patut dijadikan sebagai koleksi museum. Pada 27 September

Museum Pos Indonesia merupakan museum khusus yang dibangun pada masa HindiaBelanda pada 27 Juli 1920 dengan nama Museum Pos, Telegraph, dan Telepon (PTT), dibuka tahun 1931. Bangunan museum didesain oleh arsitek bernama Ir. J. Berger dan Leutdsgebouwdienst dengan mengambil corak renaisans. Pada 19 Juni 1995 museum berganti nama menjadi Museum Pos dan Giro disesuaikan dengan perusahaan yang menanganinya. Pada waktu perusahaan berganti nama menjadi PT. Pos Indonesia maka terjadi pula perubahan nama museum ini menjadi Museum Pos Indonesia.

Pada masa revolusi dan perang kemerdekaan, keberadaan museum ini tidak mendapat perhatian sebagaimana mestinya, bahkan nyaris terlupakan. Kemudian baru pada 18 Desember 1980, Direksi Perum Pos dan Giro membentuk Panitia Persiapan Pendirian Museum Pos dan Giro untuk menghidupkan kembali museum. Tugas utama panitia tersebut adalah melakukan inventarisasi dan pengumpulan benda-benda bersejarah yang patut dijadikan sebagai koleksi museum. Pada 27 September 1983 bersamaan dengan Hari Bakti Postel ke-38, museum ini secara resmi dibuka untuk umum oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi Acmad Tahir.

Museum Pos Indonesia
Jl. Cilaki No.73, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat
Jawa Barat

Website : -

Phone : (022) 4206195

Email : museum@posindonesia.co.id

Jam Buka
  • Senin-Sabtu
    08.00-16.00
  • Minggu (TUTUP)
Tiket Masuk
Gratis
Pesan Kunjungan