Museum Rudana


Museum Rudana merupakan museum khusus yang didirikan oleh Nyoman Rudana dan Wayan Olastini sebagai wujud bakti kepada nusa bangsa dan persembahan menyambut 50 tahun Indonesia merdeka. Pengelolaan museum dilakukan oleh Yayasan Seni Rudana. Museum ini diresmikan pada Selasa, 26 Desember 1995 oleh Presiden Soeharto. Berbagai karya seni lukis dan seni patung dipamerkan dalam museum ini, baik karya seniman Bali, seniman Indonesia di luar Bali maupun seniman asing. Penataan karya seninya selalu diupayakan agar mencerminkan nilai-nilai tata ruang, nilai estetis yang harmonis dan selaras dengan konsep filosofi Bali.Karya seni lukis Bali klasik dihadirkan di lantai atas. Terdapat lukisan gaya Ubud, gaya Batuan karya-karya I Gusti Nyoman Lempad (almarhum), I Gusti Ketut Kobot, Ida Bagus Made, Wayan Bendi, Wayan Jujul serta satu ruangan khusus yang menghadirkan lukisanlukisan Srihadi Soedarsono.Pada lantai tengah dan bawah dipajang karya seni lukis modern Indonesia seperti lukisan: Affandi (almar

Museum Rudana merupakan museum khusus yang didirikan oleh Nyoman Rudana dan Wayan Olastini sebagai wujud bakti kepada nusa bangsa dan persembahan menyambut 50 tahun Indonesia merdeka. Pengelolaan museum dilakukan oleh Yayasan Seni Rudana. Museum ini diresmikan pada Selasa, 26 Desember 1995 oleh Presiden Soeharto. Berbagai karya seni lukis dan seni patung dipamerkan dalam museum ini, baik karya seniman Bali, seniman Indonesia di luar Bali maupun seniman asing. Penataan karya seninya selalu diupayakan agar mencerminkan nilai-nilai tata ruang, nilai estetis yang harmonis dan selaras dengan konsep filosofi Bali.

Karya seni lukis Bali klasik dihadirkan di lantai atas. Terdapat lukisan gaya Ubud, gaya Batuan karya-karya I Gusti Nyoman Lempad (almarhum), I Gusti Ketut Kobot, Ida Bagus Made, Wayan Bendi, Wayan Jujul serta satu ruangan khusus yang menghadirkan lukisanlukisan Srihadi Soedarsono.

Pada lantai tengah dan bawah dipajang karya seni lukis modern Indonesia seperti lukisan: Affandi (almarhum), Basuki Abdullah (almarhum), Soepono (almarhum), Dullah, Fadjar Sidik, Abas Alibasah, Roedyat, Kartika Affandi, Nyoman Gunarsa, Made Wianta, Made Budhiana, Wayan Darmika dan sebagainya. Museum ini juga menampilkan karya-karya pelukis asing yang bermukim di Bali, seperti Antonio Blanco (Spanyol), Yuri Gorbachev (Rusia), Jafar Islah (Kuwait), serta Iyama Tadayuki (Jepang).

Museum Rudana
Jl. Cok Rai Pudak No. 44, Peliatan, Ubud, Bali
Bali

Website : museumrudana.org

Phone : (0361) 975779

Email : rudana@indosat.net.id

Jam Buka
  • Senin-Minggu
    09.00-17.00
  • Hari libur nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 50,000
Anak-anak : Rp. 50,000
Wisatawan Asing : Rp. 100,000
Pesan Kunjungan