Museum Rumah Atsiri Indonesia


Kekayaan sumber alam Indonesia berupa tanaman atsiri yang merupakan sumber utama minyak atsiri perlu diperkenalkan kembali kepada masyarakat sebagai cita-cita yang pernah diharapkan oleh Presiden Soekarno. Museum Rumah Atsiri Indonesia merupakan museum khusus yang hadir untuk menghidupkan kembali cita-cita tersebut dalam sebuah storyline yang disusun secara apik.Pemerintah Indonesia berkerjasama dengan Pemerintah Bulgaria melalui kerjasama ekonomi yang ditandatangani pada tanggal 5 Mei 1961. Dukungan teknik dan ilmu pengetahuan akan diberikan Pemerintah Bulgaria ke Pemerintahan Indonesia dalam rangka kerjasama di bidang ekonomi. Dalam implementari yang menguatkan hubungan kerjasama tersebut, pada 1 Agustus 1963 didirikan pabrik Minyak Atsiri di Tawangmangu, Karanganyar, Indonesia dengan nama “Citronella”. Oleh karena itu perjanjian kolaboratif untuk mendirikan pabrik serai dengan sistem bagi hasil di Jawa dinilai sebagai proyek yang saling menguntungkan.Proyek “Citronella” berh

Kekayaan sumber alam Indonesia berupa tanaman atsiri yang merupakan sumber utama minyak atsiri perlu diperkenalkan kembali kepada masyarakat sebagai cita-cita yang pernah diharapkan oleh Presiden Soekarno. Museum Rumah Atsiri Indonesia merupakan museum khusus yang hadir untuk menghidupkan kembali cita-cita tersebut dalam sebuah storyline yang disusun secara apik.

Pemerintah Indonesia berkerjasama dengan Pemerintah Bulgaria melalui kerjasama ekonomi yang ditandatangani pada tanggal 5 Mei 1961. Dukungan teknik dan ilmu pengetahuan akan diberikan Pemerintah Bulgaria ke Pemerintahan Indonesia dalam rangka kerjasama di bidang ekonomi. Dalam implementari yang menguatkan hubungan kerjasama tersebut, pada 1 Agustus 1963 didirikan pabrik Minyak Atsiri di Tawangmangu, Karanganyar, Indonesia dengan nama “Citronella”. Oleh karena itu perjanjian kolaboratif untuk mendirikan pabrik serai dengan sistem bagi hasil di Jawa dinilai sebagai proyek yang saling menguntungkan.

Proyek “Citronella” berhenti sama sekali karena situasi politik dan ekonomi yang tidak stabil di indonesia dan kurangnya pembiayaan proyek. Proyek “Citronella” dilikuidasi pada 4 September 1986 dan diambil alih oleh PT Intan Purnama Sejati. Pada September 2015 kepemilikan dipindahkan ke PT Rumah Atsiri Indonesia, dengan tujuan mengubah fasilitas menjadi Museum Minyak Atsiri. Museum ini menghadirkan koleksi alat pemisah minyak dan air, alat pencacah dan sereh, serta arsip-arsip tinggalan.

Museum Rumah Atsiri Indonesia
Jl Raya Solo Tawangmangu KM 38,5, Desa Plumban Watusambang, Tawamangu, Karanganyar, Jawa Tengah
Jawa Tengah

Phone : (0271) 697693

Email : rumahatsiriindonesia@gmail.com

Jam Buka
  • Senin-Minggu
    10.00-19.00
  • (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 50,000
Anak-anak : Rp. 50,000
Wisatawan Asing : Rp. 50,000
Pesan Kunjungan