Museum Sabang


Museum Sabang merupakan museum khusus yang pendiriannya digagas oleh pimpinan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKS) pada tahun 2013. Gagasan ini timbul karena melihat keadaan alam Sabang tidak saja memiliki kekayaan alam bawah laut yang sangat indah namun juga memiliki nilai sejarah yang banyak dan beragam. Dari awal abad ke 15 penjelajah asal Cina, Cheng Ho pernah singgah di Pulau Weh pada tahun 1413 - 1415. Sekitar tahun 1900, Sabang adalah sebuah desa nelayan dengan pelabuhan dan iklim yang baik. Kemudian Belanda membangun depot batu bara di sana, pelabuhan diperdalam, mendayagunakan daratan sehingga tempat yang bisa menampung 25 ton batu bara telah terbangun. Kapal uap dan kapal laut yang digerakan oleh batu bara dari banyak negara singgah untuk mengambil batu bara, air segar, dan fasilitas lainnya. Hal tersebut dapat dilihat dengan masih banyaknya bangunan peninggalan Belanda. Sebelum Perang Dunia II, Pelabuhan Sabang sangat penting dibandingkan S

Museum Sabang merupakan museum khusus yang pendiriannya digagas oleh pimpinan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKS) pada tahun 2013. Gagasan ini timbul karena melihat keadaan alam Sabang tidak saja memiliki kekayaan alam bawah laut yang sangat indah namun juga memiliki nilai sejarah yang banyak dan beragam. Dari awal abad ke 15 penjelajah asal Cina, Cheng Ho pernah singgah di Pulau Weh pada tahun 1413 - 1415. 

Sekitar tahun 1900, Sabang adalah sebuah desa nelayan dengan pelabuhan dan iklim yang baik. Kemudian Belanda membangun depot batu bara di sana, pelabuhan diperdalam, mendayagunakan daratan sehingga tempat yang bisa menampung 25 ton batu bara telah terbangun. Kapal uap dan kapal laut yang digerakan oleh batu bara dari banyak negara singgah untuk mengambil batu bara, air segar, dan fasilitas lainnya. Hal tersebut dapat dilihat dengan masih banyaknya bangunan peninggalan Belanda. Sebelum Perang Dunia II, Pelabuhan Sabang sangat penting dibandingkan Singapura.

Namun saat kapal dengan tenaga diesel digunakan, maka lambat laun Sabang mulai dilupakan. Pada tahun 1970 Pemerintah Republik Indonesia menjadikan Pelabuhan Sabang menjadi pelabuhan bebas dan menjadi pelabuhan terpenting di Indonesia. Akan tetapi akhirnya ditutup pada tahun 1986 dengan alasan menjadi daerah rawan penyelundupan.

Tahun 2000 Sabang kembali dijadikan pelabuhan bebas dan kawasan perdagangan bebas. Namun ketika Aceh ditetapkan sebagai daerah operasi militer tahun 2003, aktivitas Sabang sebagai pelabuhan bebas terhenti. Sejarah panjang inilah yang menjadikan Sabang penting untuk memiliki museum. Museum ini sekarang berada di bawah kepemilikan dan pengelolaan (BPKS). Koleksi unggulan yang dimiliki museum yaitu jangkar kapal dan replika kapal uap.

(Sumber : Katalog Museum Indonesia - Dit. PCBM)
Museum Sabang
Jl. O. Surapati, Kuta Ateuh, Sukakarya, Kota Sabang
Nanggroe Aceh Darussalam

Website : -

Phone : 085260477700

Email : fauzidaud17@yahoo.com

Jam Buka
  • Selasa - Minggu
    08.00 - 16.00
  • Senin dan hari besar nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Gratis
Pesan Kunjungan