Museum Jenderal Besar Sudirman


Museum Jenderal Besar Sudirman merupakan museum khusus yang menempati bangunan bekas Kediaman Panglima Besar Jendral Sudirman. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh Pendiri Tentara Nasional Indonesia dan terkenal dengan strategi gerilyanya dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bangunan ini dijadikan museum sejak tanggal 30 Agustus 1982. “Sasmitaloka” dalam bahasa Jawa berarti untuk mengenang dan mengingat. “Sasmitaloka” bisa diartikan rumah untuk mengenang. Museum berada di bawah kepemilikan TNI Angkatan Darat dan dikelola oleh Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Darat. Gedung museum dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda tahun 1890. Pada awal berdirinya, bangunan ini diperuntukkan bagi pejabat keuangan Pura Paku Alam VII, Tuan Winschenk. Pada masa penjajahan Jepang bangunan dikosongkan dan barangbarangnya disita. Selanjutnya di era kemerdekaan, digunakan sebagai Markas Kompi Tukul dari batalion Soeharto. Sejak tanggal 18 Desember 1945 hingga 19 Desem

Museum Jenderal Besar Sudirman merupakan museum khusus yang menempati bangunan bekas Kediaman Panglima Besar Jendral Sudirman. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh Pendiri Tentara Nasional Indonesia dan terkenal dengan strategi gerilyanya dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bangunan ini dijadikan museum sejak tanggal 30 Agustus 1982. “Sasmitaloka” dalam bahasa Jawa berarti untuk mengenang dan mengingat. “Sasmitaloka” bisa diartikan rumah untuk mengenang. Museum berada di bawah kepemilikan TNI Angkatan Darat dan dikelola oleh Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Darat.

Gedung museum dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda tahun 1890. Pada awal berdirinya, bangunan ini diperuntukkan bagi pejabat keuangan Pura Paku Alam VII, Tuan Winschenk. Pada masa penjajahan Jepang bangunan dikosongkan dan barangbarangnya disita. Selanjutnya di era kemerdekaan, digunakan sebagai Markas Kompi Tukul dari batalion Soeharto. Sejak tanggal 18 Desember 1945 hingga 19 Desember 1948, bangunan ini beralih fungsi menjadi kediaman resmi Jenderal Sudirman setelah menjadi Panglima Tertinggi TKR. Selanjutnya saat Agresi Belanda II, bangunan ini digunakan sebagai Markas IVG Brigade T dan setelah kedaulatan Republik Indonesia tanggal 27 Desember 1949, berturut-turut dipakai sebagai kantor Komando Militer Kota Yogyakarta, kemudian digunakan untuk asrama Resimen Infantri XIII dan penderita cacat (invalid). Sejak tanggal 17 Juni 1968, bangunan ini dipakai sebagai Museum Pusat Angkatan Darat, sebelum akhirnya diresmikan sebagai Museum Sasmitaloka Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman pada tanggal 30 Agustus 1982. Dan Sejak 2015 menjadi Museum Jenderal Besar Sudirman

Foto


https://www.iheritage.id/img/BE/gallery/20200710633.jpg https://www.iheritage.id/img/BE/gallery/20200710633.jpg
Ruang Tidur Putra dan Putri Jenderal Sudirman

Ruang Tidur Putra dan Putri Jenderal Sudirman

https://www.iheritage.id/img/BE/gallery/20200710837.jpg https://www.iheritage.id/img/BE/gallery/20200710837.jpg
Patung setengah badan Jenderal Sudirman

Patung setengah badan Jenderal Sudirman

https://www.iheritage.id/public/img/BE/gallery/20200710276.JPG https://www.iheritage.id/public/img/BE/gallery/20200710276.JPG
kegiatan kunjungan museum

kegiatan kunjungan museum

Museum Jenderal Besar Sudirman
Jl. Bintaran Wetan No. 3 Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta

Website : -

Phone : (0274) 376663

Email : m.sasmitalokasudirman@gmail.com

Jam Buka
  • Selasa sampai Minggu
    08:00-15:00
  • Senin dan Hari Libur Nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Gratis
Pesan Kunjungan