Museum Taman Arkeologi Onrust


Museum Taman Arkeologi Onrust merupakan kawasan cagar budaya yan dikelola oleh UP. Museum Kebaharian Jakarta Terletak di perairan teluk Jakarta kabupaten Kepulauan Seribu. Terdiri dari 4 pulau bersejarah yaitu Pulau Onrust, Pulau Pulau Cipir, Pulau Kelor dan Pulau Bidadari. Keberadaan Museum Arkeologi Onrust dan sisa-sisa bangunan bersejarah dari masa VOC menjadi bukti penting dari aktivitas maritime di kawasan perairan utara Jakarta pada masa lalu.Peran dari pulau-pulau yang ada di wilayah Taman Arkeologi Onrust secara jelas terlihat pada abad ke-17 dengan dibangunnya beberapa seperti galangan kapal dan gudang-gudang kecil untuk menampung komoditas dagang VOC. Beberapa tahun setelahnya dibangun Benteng di Pulau Onrust untuk melindungi aktivitas kegiatan VOC dan pertahanan awal Batavia. Setelah berakhirnya masa VOC berganti dengan masa penjajahan Hindia Belanda, Pulau Onrust diubah fungsinya menjadi Karantina Haji tahun 1911 hingga tahun 1933. Pulau Onrust juga pernah menjadi tempat ta

Museum Taman Arkeologi Onrust merupakan kawasan cagar budaya yan dikelola oleh UP. Museum Kebaharian Jakarta Terletak di perairan teluk Jakarta kabupaten Kepulauan Seribu. Terdiri dari 4 pulau bersejarah yaitu Pulau Onrust, Pulau Pulau Cipir, Pulau Kelor dan Pulau Bidadari. Keberadaan Museum Arkeologi Onrust dan sisa-sisa bangunan bersejarah dari masa VOC menjadi bukti penting dari aktivitas maritime di kawasan perairan utara Jakarta pada masa lalu.

Peran dari pulau-pulau yang ada di wilayah Taman Arkeologi Onrust secara jelas terlihat pada abad ke-17 dengan dibangunnya beberapa seperti galangan kapal dan gudang-gudang kecil untuk menampung komoditas dagang VOC. Beberapa tahun setelahnya dibangun Benteng di Pulau Onrust untuk melindungi aktivitas kegiatan VOC dan pertahanan awal Batavia. Setelah berakhirnya masa VOC berganti dengan masa penjajahan Hindia Belanda, Pulau Onrust diubah fungsinya menjadi Karantina Haji tahun 1911 hingga tahun 1933. Pulau Onrust juga pernah menjadi tempat tawanan orang-orang Jerman pada tahun 1940. Setelah Indonesia merdeka pulau ini dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Karantina bagi penyakit menular dibawah pengawasan Departemen Kesehatan RI hingga tahun 1960an dan pada tahun 1965 dimanfaatkan untuk menampung gelandangan dan pengemis. Pulau-pulau di area Taman Arkeologi Onrust pun pernah digunakan untuk keperluan latihan militer.

Sekitar awal tahun 1970 pulau ini mulai terbengkalai dan terjadi pembongkaran secara illegal dan besar-besaran oleh warga di sekitaran pantai Jakarta pada tahun 1968, akibatnya banyak kita lihat sekarang bangunan di area Taman Arkeologi Onrust yang rata dengan tanah. Upaya penyelamatan pulau bersejarah ini dilakukan pada tahun 1972 oleh Gubernnur DKI Jakarta Ali Sadikin dengan mengeluarkan surat Keputusan yang menyatakan Pulau Onrust sebagai pulau bersejarah yang dilindungi. Pada perkembangannya kini tidak hanya Pulau Onrust, tapi Pulau Cipir, Pulau Kelor dan Pulau Bidadari ditetapkan oleh pemerintah menjadi Taman Arkeologi Onrust dibawah pengelolaan UP. Museum Kebaharian Jakarta.

Salah satu peninggalan yang menarik adalah Benteng Martello. Banteng berbentuk lingkaran dengan ketinggian 9 meter dari permukaan laut, diperkirakan terdiri dari dua lantai. Benteng ini di bangun Belanda tahun 1850, sebagai bagian dari sistem pertahanan laut kota Batavia. Antara tahun 1840-1880, Belanda mengembangkan system pertahanan Nieuwe Hollandse Waterlinie, antara lain dengan pembangunan Benteng Martello. Diameter luar Benteng Martello 14 meter dengan tebal dinding 2,5 meter. Benteng Martello di Pulau Kelor adalah yang terkecil di antara yang terkecil diantara empat Benteng Martello di kawasan Taman Arkeologi Onrust.

Museum Taman Arkeologi Onrust
Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.
D.K.I. Jakarta

Phone : 021 6692476

Email : museumbahari@yahoo.com

Jam Buka
  • Senin-Minggu
    08.00-16.30
  • Hari Libur Nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 5,000
Anak-anak : Rp. 2,000
Wisatawan Asing : Rp. 5,000
Pesan Kunjungan