Museum Tekstil


Gedung yang sekarang digunakan sebagai Museum Tekstil pada mulanya ialah rumah seorang warga Negara Perancis yang dibangun pada awal abad ke-19. Pada masa perjuangan, gedung ini dijadikan markas Barisan Keamanan Rakyat (BKR). Pada tahun 1952 gedung ini dibeli oleh Departemen Sosial dan diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta pada tanggal 25 Oktober 1975. Kemudian pada tanggal 28 Juni 1976 gedung ini diresmikan sebagai Museum Tekstil oleh Ibu Tien Soeharto. Sejak tahun 2015 Museum Tekstil berada di bawah manajemen Unit Pengelola Museum Seni, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.Museum ini berfungsi sebagai tempat menyimpan, melestarikan, dan memamerkan tekstil tradisional dan perkembanganya dari berbagai daerah di Indonesia dengan aneka ragam tekhnik pembuatan dan ragam hiasnya.Koleksi Museum Tekstil terbagi dalam lima kelompok yaitu , batik, tenun, nonbatik dan nontenun, peralatan membuat kain tradisional, busana tradisional dan karya perancang mode berbasis kain tradisiona

Gedung yang sekarang digunakan sebagai Museum Tekstil pada mulanya ialah rumah seorang warga Negara Perancis yang dibangun pada awal abad ke-19. Pada masa perjuangan, gedung ini dijadikan markas Barisan Keamanan Rakyat (BKR). Pada tahun 1952 gedung ini dibeli oleh Departemen Sosial dan diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta pada tanggal 25 Oktober 1975. Kemudian pada tanggal 28 Juni 1976 gedung ini diresmikan sebagai Museum Tekstil oleh Ibu Tien Soeharto. Sejak tahun 2015 Museum Tekstil berada di bawah manajemen Unit Pengelola Museum Seni, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Museum ini berfungsi sebagai tempat menyimpan, melestarikan, dan memamerkan tekstil tradisional dan perkembanganya dari berbagai daerah di Indonesia dengan aneka ragam tekhnik pembuatan dan ragam hiasnya.
Koleksi Museum Tekstil terbagi dalam lima kelompok yaitu , batik, tenun, nonbatik dan nontenun, peralatan membuat kain tradisional, busana tradisional dan karya perancang mode berbasis kain tradisional Indonesia.

Adapun koleksi unggulan Museum tekstil adalah Umbul Umbul Keraton Cirebon, dibuat dengan teknik batik beragam hias motif kaligrafi. Di museum tekstil terdapat beberapa bagian yang berkaitan dengan fungsi museum, diantaranya ruang pameran, ruang penyimpanan koleksi, ruang perawatan, perpustakaan, auditorium dan mini theater. Museum ini dilengkapi juga dengan wahana interaktif baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan diantaranya ruang kreativitas (Pandopo Membatik) sebagai tempat bagi para pengunjung dapat mempraktekkan cara membuat batik, ruang pengenalan wastra sebagai tempat para pengunjung mengetahui dan mempraktekkan cara menggunakan alat tenun. Museum ini dilengkapi wahana interaktif luar ruangan berupa taman Perwarna Alam dan Kebun serat.

Untuk menambah kenyamanan pengunjung, pada area museum ini terdapat tempat istirahat, toko cinderamata, mushola dan tempat parkir yang luas.

Museum Tekstil
Jl. Ks. Tubun No.2-4 RT.4/RW.2 Palmerah, Jakarta Barat 11420
D.K.I. Jakarta

Phone : 021 5606613

Email : museum_seni@yahoo.co.id

Jam Berkunjung ke Lokasi
  • Selasa-Minggu
    09.00 - 15.00
  • Senin dan hari besar nasional (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 5,000
Anak-anak : Rp. 2,000
Wisatawan Asing : Rp. 5,000
Pesan Kunjungan