Museum Wayang dan Artefak Purbalingga


Museum Wayang dan Artefak Purbalingga merupakan museum khusus yang diresmikan pada 27 Desember 2009 oleh Bupati Purbalingga H. Triyono Budi Sasongko. Museum ini dibangun atas gagasan banyak ditemukannya peninggalan prasejarah di daerah sisi Timur Gunung Slamet. Museum ini berada di bawah kepemilikan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) PD Owabong. Museum ini juga menyimpan sedikitnya 22 jenis wayang kulit dan 12 jenis wang golek. Sedangkan artefak yang dipajang, meliputi benda-benda purbakala yang ditemukan di wilayah Kabupaten Purbalingga. Pembangunan museum wayang dan artefak tidak lepas dari penemuan benda-benda purbakala yang banyak bertebaran di wilayah sisi timur Gunung Slamet, artefak tersebut banyak ditemukan di sepanjang Daerah Aliran Sungai Klawing, Sungai Tuntung Gunung, Sungai Laban, dan Sungai Karang. Artefak-artefak tersebut merupakan peninggalan budaya zaman Megalitikum. Benda-benda purbakala tersebut saat ini disimpan di Balai A

Museum Wayang dan Artefak Purbalingga merupakan museum khusus yang diresmikan pada 27 Desember 2009 oleh Bupati Purbalingga H. Triyono Budi Sasongko. Museum ini dibangun atas gagasan banyak ditemukannya peninggalan prasejarah di daerah sisi Timur Gunung Slamet. Museum ini berada di bawah kepemilikan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) PD Owabong. Museum ini juga menyimpan sedikitnya 22 jenis wayang kulit dan 12 jenis wang golek. Sedangkan artefak yang dipajang, meliputi benda-benda purbakala yang ditemukan di wilayah Kabupaten Purbalingga.

Pembangunan museum wayang dan artefak tidak lepas dari penemuan benda-benda purbakala yang banyak bertebaran di wilayah sisi timur Gunung Slamet, artefak tersebut banyak ditemukan di sepanjang Daerah Aliran Sungai Klawing, Sungai Tuntung Gunung, Sungai Laban, dan Sungai Karang. Artefak-artefak tersebut merupakan peninggalan budaya zaman Megalitikum. Benda-benda purbakala tersebut saat ini disimpan di Balai Arkeologi Bandung dan sebagian disimpan oleh Prof Dr Harry Truman Simanjuntak. Selanjutnya artefak yang tersimpan di Balai Arkeologi Bandung maupun yang disimpan oleh Harry Truman Simanjuntak itu, nantinya akan dipindah ke Museum Wayang dan Artefak Purbalingga. 

Museum Wayang dan Artefak Purbalingga
Dusun II, Kutasari, Kab. Purbalingga, Jawa Tengah
Jawa Tengah

Website : owabong.co.id

Phone : (0281) 7664758

Email : reptile_insectpark@yahoo.com

Jam Buka
  • Setiap Hari
    09.00-17.00
  • (TUTUP)
Tiket Masuk
Dewasa : Rp. 12,000
Anak-anak : Rp. 12,000
Wisatawan Asing : Rp. 12,000
Pesan Kunjungan