https://iheritage.id/public/img/Admin/news/20191022415.jpg
Alih Media Digital Artefak di Museum Sri Baduga

1 tahun yang lalu

Museum Sri Baduga dikelola oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan memanfaatkan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega. selanjutnya, museum ini diresmikan pada 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu, Daoed Joesoef. Mulanya museum ini dinamakan Museum Negeri Propinsi Jawa Barat. Namun selanjutnya, berganti nama menjadi Museum Sri Baduga. Penamaan museum ini diambil dari gelar salah seorang raja Pajajaran yang mengemban tugas tahun 1482-1521 Masehi; sebagaimana tertulis pada Prasasti Batutulis. Dan kemudian ditetapkan melalui Kepmendikbud nomor 02223/0/1990 tanggal 4 April 1990. Koleksi Museum Sri Baduga lebih dari enam ribu buah.



Dari enam ribu koleksi Museum Sri Baduga Maharaja Jawa Barat, 40% di antaranya merupakan koleksi yang berasal dari masa peradaban kebudayaan Cina di Tanah Air. Sedangkan sisanya yang 60% merupakan koleksi dari berbagai peradaban budaya bangsa Indonesia. Koleksi sisa dari peradaban Cina ini, antara lain gerabah, keramik, alat perhiasan, mebeler, dan alat rumah tangga. Bahkan, replika alat tranportasi berupa bendi dan kereta kencana merupakan sisa peradaban bangsa Cina ketika hidup di Tanah Pasundan.



Di era teknologi informasi digital saat ini pemanfaatannya bagi museum sangatlah memiliki fungsi dan peran yang sangat penting. Dengan tujuan untuk lebih menyebarluaskan pengetahuan sekaligus promosi kepada seluruh bangsa Indonesia yang tersebarluas di beberapa pulau terutama di luar Jawa dan juga dunia internasional.