https://www.iheritage.id/public/img/Admin/news/20201024220.jpg
Preservasi Digital Pelana Kuda Pangeran Diponegoro

1 bulan yang lalu

Sebagai upaya preservasi digital berkelanjutan terhadap objek koleksi Museum Nasional Republik Indonesia untuk ditampilkan melalui aplikasi Virtual Museum di tahun 2020 dilakukan proses digitalisasi beberapa objek koleksi museum. Diantaranya adalah pelana kuda peninggalan Pangeran Diponegoro yang merupakan pusaka sebagai salah satu bukti terjadinya peristiwa perang Diponegoro atau disebut juga Perang Jawa dalam melakukan perlawaran secara fisik terhadap kolonial Belanda yang terjadi pada tahun 1825 - 1830.

Pelana kuda milik Pangeran Diponegoro tertinggal bersama kuda tunggangannya saat upaya pelarian di wilayah pegunungan Gowong. Dudukan bagi para penunggang kuda ini, kata Peter Carey, digunakan Diponegoro selama masa Perang Jawa. Sementara sumber lain menuturkan pelana kuda tersebut tidak hanya digunakan saat masa perang tapi juga dalam kesehariannya.

Pelana kuda Kiai Gentayu menjadi satu dari dua bukti kemenangan Belanda di Jawa. Bersama tombak Kiai Romdhan, pelana ini dibawa sebagai hadiah bagi penguasa Belanda. Kedua pusaka, ditambah keris Kiai Nogo Siluman, disimpan di bagian barang antik di istana Den Haag. Pelukis kenamaan Raden Saleh pernah melihat dan diminta untuk memberi deskripsi bagi benda-benda tersebut. Pelana ini kemudian dipindah ke Museum Veteran Tentara Belanda di Bronbeek, Arnhem.

Di bawah ketentuan “Cultural Accord” yang ditandatangani tahun 1969, pelana kuda Kiai Gentayu dan tombak Kiai Rondhan dikembalikan ke Indonesia pada 1978 bersamaan dengan kedatangan Ratu Juliana ke Indonesia. Kini tersimpan di ruangan yang sama dengan tombak Kiai Rondhan.

Menurut informasi yang tertulis dalam buku terbitan Museum Nasional, Treasures of the National Museum Jakarta, bahan dasar pelana adalah kulit, kain, dan besi pada bagian pijakan kaki. Dudukan pelana terbuat dari kain berlapis dengan ukuran panjang 80 cm dan lebar 68 cm. Pada bagian depan dudukan kain terdapat kantong kecil berukuran kurang lebih 10 cm.

Secara detail visual dalam bentuk 360 derajat dengan dilengkapi narasi penjelasannya dapat Anda akses pada tautan museumnasional.iheritage.id/object360/saddle